Senin, 16 Maret 2015

Perhatikan BBM dan Pelumas Mesin Diesel Pada Kendaraan Konvensional

DELO 400 Multi Grade Multi Fungsi
Mobil diesel akan menjadi pemain penting di dunia otomotif Nasional. Perkiraannya sekitar 3-4 tahun lagi mobil bermesin diesel akan mengalahkan popularitas kendaraan pemium bensin.

Ancang-ancang menuju ke sana sudah terlihat. Beberapa pabrikan seperti BMW, Hyundai, Chevrolet, Ford sudah menawarkan produk diesel dengan berbagai teknologi ke konsumen Indonesia. Industri pendukunganya pun otomatis ikut menggeliat.

Kini konsumen ditawarkan produk bbm diesel yang lebih variatif seperti Pertamina Bio Solar, Pertamina DEX, Shell Diesel, Petronas Diesel, dan Total Performance Diesel. Begitu juga dengan olinya. Kini mayoritas oli diesel sudah multigrade dengan nilai viskositas beragam Sepertti Halnya  PT. TRI DIFTA LUBRINDO yang bekerja sama dengan Chevron Lubricant telah berhasil memasarkan OLI CALTEX  dengan klasifikasi tertinggi dengan harga yang sangat kompetitif, sebut saja DELO 400 Multigrade dengan standard API SERVICE CI-4 PLUS
“Pemilik harus mengisi bbm diesel sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrik. Hal itu agar tenaga yang dihasilkan mesin bisa optimal,” buka Iwan Abdurrahman, Technical & Warranty Department Section Head PT Toyota-Astra Motor. Dampak lainnya bila tidak menggunakan bbm yang sesuai adalah komponen di sistem bahan bakar bisa rusak lebih cepat.

“Kami pernah menemukan beberapa kasus filter solar yang dipakai kurang dari 5.000 km sudah mampat karena tertutup lapisan lilin dari bahan bakar. Hal itu karena bbm yang dipakai tidak sesuai dengan rekomendasi kami,” lanjut Iwan. 

Bahkan kerusakaan bisa merembet lebih jauh lagi. Filter yang rusak bisa menyebabkan kotoran ikut tersedot hingga injektor. Kalau peranti ini mampet bisa dipastikan performa mobil akan turun, mulai dari tersendat-sendat sampai paling ekstrem mogok.

“Efek lain ruang bakar bisa dipenuhi jelaga hitam atau kotoran. Sementara buat mobil diesel dengan catalytic conveter bisa terjadi penumpukan sulfur di bagian itu,” tambah Iwan lagi. Salah satu cirinya adalah mobil mengeluarkan asap hitam yang tebal.

JAGA KONDISI OLI

Oli juga sama. Pelumas mesti dipakai sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan mesin atau pabrikan. Oli diesel modern jenis multigrade memiliki tingkat kekentalan yang cukup encer. namun anda Tidak perlu Khawatir cukup dengan menggunakan CALTEX OIL DELO 400 Multigrade dengan API service CI-4 PLUS semua ini bisa teratasi, karena Oli ini mampu di aplikasikan di segala mesin diesel maupun premium dengan standard dan formulasi oli yang cukup untuk memenuhi kebutuhan engine.

Hal Ini karena mesin diesel modern memiliki clearance gap yang sangat rapat. “Sehingga dibutuhkan oli yang encer agar bisa masuk dan melumasi celah tersebut dengan sempurna,” timpal Nuchriza, Service Manager Ford Jakarta Barat.

Seperti contoh Ford Ranger atau Everest yang memakai mesin diesel direkomendasikan menggunakan oli diesel dengan spesifikasi SAE 10W-30 atau 5W-30 dengan API Service CD, CE atau CF. Misalnya lagi oli untuk Toyota Kijang Innova dan Fortuner diesel. Rekomendasinya bisa SAE 15W-40 dengan API Service CF-4.namun anda tidak perlu khawatir berbeda engine berbeda oli kita tetap dapat aplikasikan kembali Oli Multigrade tadi yaitu CALTEX DELO 400 MultiGrade.

Walau encer, oli diesel memiliki oil film yang lebih kuat ketimbang pelumas bensin. Soalnya mesin diesel memiliki perbandingan kompresi yang lebih tinggi ketimbang mesin bensin. Sebagai gambaran, mesin bensin berada di angka 10:1, sedangkan mesin diesel bisa mencapai 19:1.

Dengan perbandingan kompresi yang tinggi pelumas memerlukan lapisan film yang lebih kuat agar tak mudah rusak saat mendapat tekanan. Kompresi tinggi pun berbuntut pada kinerja ring piston yang lebih berat. 

Tugas utamanya adalah mencegah terjadinya kebocoran kompresi. Dengan kata lain, komponen ini juga bertugas untuk meminimalkan tercampurnya oli dengan bahan bakar.

Dengan perkembangan material mesin yang kian canggih dengan tingkat pemuaian yang minim, membuat celah antar komponen dapat dibuat serapat mungkin. Tak heran bila usia pakai pelumas kini bisa digunakan lebih lama ketimbang mesinmesin produksi lawas.

“Penggantiannya mesti teratur sesuai rekomendasi pabrik,” lanjut Nuchriza lagi. Waktu penggantian tiap merek berbeda-beda. Ford misalnya mematok 5.000 km oli mesin mesti diganti sedang Toyota menaruh di angka 10.000 km. dan bahkan CALTEX mampu hingga 15.000 Km

“Penggantian ini tidak hanya untuk memastikan mesin memakai oli dengan kualitas baik, tapi juga oli dengan volume yang mencukupi,” ulas Nuchriza. Soalnya, dalam pemakaian oli akan mengalami penguapan yang membuat volumenya berkurang.

Spesifikasi oli mesin


Oli diesel juga memiliki rating. Kalau menurut rating API Service, oli diesel diberi kode C yang berarti “Compression Ignition”. 

Setelah huruf C diikuti satu huruf lagi hingga menjadi CG, CH, CF dan lainnya. Huruf kedua tersebut menunjukan teknologi atau tingkat pembaharuan oli tersebut. 

Contohnya CH-4 merupakan oli diesel yang dibangun untuk memenuhi standar emisi EPA tahun 1998. Sementara CF-4 yang menggantikan rating CE untuk mobil diesel dengan kemampuan mengontrol efisiensi bbm dan mereduksi deposit di ruang bakar.  dan yang terbaru lagi adalah CI-4 Plus yang di terapkan pada formulasi Oli DELO 400 Multigrade Caltex.

ISOSYN TECHNOLOGY di dalam CALTEX LUBRICANT
Penyebab kerusakan oli
Ada dua hal utama yang menyebabkan peran pelumas menurun. Pertama adalah pengotoran oleh partikel seperti debu yang menyusup ke sistem pelumas akibat filter udara yang terlampau kotor dan geram yang dihasilkan dari komponen bergerak di dalam mesin. 

Dan yang kedua diakibatkan oleh kehadiran air pada pelumas. Biasanya hal ini disebabkan oleh kerusakan katup satu arah yang terdapat di saluran lubang hawa, sil pada dipstick atau penggunaan oil catch tank. 

Add caption
Dengan bersinggungan langsung oli dengan udara luar membuat kandungan air dapat dengan mudah masuk ke dalam pelumas saat malam hari atau udara dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...